Sabtu, 27 Desember 2014

INFORMASI



 INFORMASI           
Informasi adalah sebuah data yang diolah dengan cara terntu sehingga mempunyai arti bagai si penerima. Informasi tersebut dapat berupa gambar, suara, tulisan, maupun video. Pada zaman sekarang informasi dengan mudah dapat kita peroleh dari berbagai sumber ataupun media. Pada sebuah gadget pun kita masih dapat menerima sebuah informasi yang sangat penting.
Adapula yang menyalah gunakan informasi tersebut agar menghasilkan uang yang lebih banyak dan adapula seseorang yang iri dengan diri kita. Disalah gunakan dalam arti melebih-lebihkan informasi yang sudah ada dan informasi tersebut dapat berdampak pada narasumbernya.
Agar kesalahan tersebut tidak terulang, sebaiknya kita harus bisa memilih informasi yang baik kita dengar dan mana yang tidak baik untuk kita dengar. Sehingga tidak terjadi melebih-lebihkan informasi yang sudah ada atau terjadi kesalahpahaman terhadap informasi tersebut.

KEPERCAYAAN



KEPERCAYAAN
Kepercayaan, menurut saya kepercayaan adalah suatu modal hidup didunia ini. Dengan kita memiliki sebuah kepercayaan berarti kita sedang memegang sebuah amanat yang sangat berharga dan tidak dapat ternialai. Jika kepercayaan tersebut sudat luntur oleh pengkhianatan, maka rasa kepercayaan tersebut sedikit mulai luntur pula.
Maka dari itu, jika kita sedang memegang amanat yang sangat penting dan berharga tolong dijaga dengan sebaik mungkin. Jangan sampai kepercayaan yang sudah ada kita khianati secara perlahan oleh sikap kita. Dan jangan lah membeli kepercayaan dengan sejumlah uang atau barang yang berharga. Karena kepercayaan jauh lebih mahal dari itu semua.

MODERNISASI MASYARAKAT



MODERNISASI MASYARAKAT
             Menurut sebgaian ahli, esensi medernisasi adalah tata social modern atau proses menjadi modern. Sementara para ekonom, politikus, sosiolog, dan ilmuwan social lainnya berbeda cara dalam memandang modernisasi, tetapi mereka bertemu dalam satu kalimat yaitu bahwa esensi modernisasi sangat ditentukan oleh kepribadian setiap individu. Mereka juga sepakat mengajukan beberapa cirri modernisasi, yaitu:
1.      Pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut,
2.      Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemerintahan yang memadai,
3.      Difusi norma sekuler-rasional dalam kebudayaan,
4.      Peningkatan mobilitas masyarakat, dan
5.      Transformasi kepribadian individu, sehingga berfungsi secraa efektif dalam tatanan social yang sesuai dengan tuntunan kemodernan.
Berdasarkan daftar cirri-ciri kemodernan sebgaimana dikemukakan diatas, maka factor-faktor social, ekonomi, dan psikologi social merupakan syarat terbentuknay modernisasi. Tiga factor ini dalam praktiknya dapat memperlancar sekaligus menghambat proses modernisasi. Pendapat lain mengemukakan, nilai, sikap dan perilaku adalah factor-faktor yang perlu agar terjadi modernisasi.
Berdasarkan pernyataan diatas, maka dapat dikemukakan bahwa syarat terjadinya modernisasi adalah:
1.      Factor social,
2.      Factor ekonomi,
3.      Factor psikologi,
4.      Factor nilai, dan
5.      Factor sikap
Proses modernisasi dalam bidang idustri menurut Rostow ada tiga syarat yaitu :
1.      Pembanguna social untuk pengolahan sumber alam secraa produktif dan terselenggaranya suatu pemerintahan yang efektif dan berwibawa.
2.      Revolusi teknologi dalam bidang pertanian.
3.      Perluasan impor dengan meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran sumber daya alam yang berlebih.
Moderinisasi ditandai dengan adanya perubahan yang terjadi pada manusia, baik secra individu, kelompok, atau struktur social. Dari ketiga target itu harus diutamakan target terdekat. Dalam hal ini, target terdekat bagi pembuat sejarah adalah modernisasi individu walaupun pada akhirnya akan memengaruhi ketiga target tersebut.

Sumber : Nurhayati, Eti. Psikologi Pendidikan Inovatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011




BERFIKIR KREATIF (DIVERGEN)



BERFIKIR KREATIF (DIVERGEN)

            Menurt Cropley (Munandar 1985: 9), “kecakapan berpikir kreatif adalah kecakapan menciptakan gagasan, mengenal kemungkinan alternative, melihat kombinasi yang tidak diduga, dan memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu yang tidak biasa”. Dengan kata lain keterampilan berpikir kreatif adalah kecakapan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah. Menurut Munandar (1985: 47), “berpikir kreatif adalah berpikir untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah dengan penekanan pada ketepatguanaan dan keragaman jawaban”. Berpikir kreatif merupakan berpikir yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, orisinal, dan kemampuan mengelaborasi dengan mengembangkan, meperkaya, memerinci suatu gagasan, seperti dijelaskan Munandar (1985:47-51), proses berpikir kreatif dapat dilihat melalui:
1.      Kelancaran
Kelancaran sebagai kemampuan untuk :
a.       Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah, atau pertanyaan
b.      Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal
c.       Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban
2.      Keluwesan
Keluwesan sebagai kemampuan untuk :
a.       Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi
b.      Dapat melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda
c.       Mecari banyak alternative atau arah yang berbeda-beda
d.      Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran
3.      Keaslian
Keaslian sebagai kemampuan untuk:
a.       Melahirkan ungkapan yang baru dan unik
b.      Memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri
c.       Mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsure-unsur

4.      Keterperincian
Keterperincian sebagai kemampuan untuk mengembangkan suatu gagasan, memerincinya sehingga menjadi lebih menarik.
            Jadi dapat kita simpulkan bahwa berpikir kreatif menekankan kelancaran, keaslian, keluwesan, keterperincian dalam mengemukakan gagasan terhadap suatu masalah.

Sumber : Nurhayati, Eti. Psikologi Pendidikan Inovatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011